RSS

Kemacetan Masalah Utama Ibukota

29 Oct

          Kemacetan di Ibukota kian hari kian parah, penyebeb utamanya adalah penggunaan kendaraan pribadi yang setiap hari kian bertambah memenuhi jalan-jalan ibukota. Ditambah infrastruktur jalan ibukota yang kurang baik turut ikut andil dalam penyebab kemacetan ibukota. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menggulangi kemacetan ibukota, mulai dari trasportasi air,darat, hingga pembenahan dari infrasturuktur jalan itu sendiri.

         Di bidang transportasi air sendiri khususnya sungai pemerintah telah melakukan pengadaan angkutan sungai atau waterways. Pengadaan angkutan air ini menurut saya sangat baik, dengan tujuan untuk pengalihan minat masyarakat ibukota yang cenderung memakai alat transportasi pribadi untuk bisa beralih ke tranportasi air ini atau waterways. Dengan besarnya minat masyarakat itu sendiri dalam peralihan tranportasi ini saya yakin kemacetan di ibukota dapat terselesaikan, karena penyumbang penyebab kemacetan di ibukota terbesar yaitu penggunaan kendaraan pribadi yang kian hari kian bertambah. Namun pada akhirnya waterways pun tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Banyak kendala yang menjadi penyebeb terbengkalainya pengadaan waterways di ibukota, mulai dari operasional, keadaan debit air, dan banyaknya sampah yang setiap harinya tanpa henti-hentinya selalu ada di dalam sungai. Saat hujan debit air bisa melewati batas atas ketinggian air untuk pengoperasian kapal. Ketika tidak hujan debit airnya justru berada di bawah batas bawah ketinggia air untuk pengoperasian kapal. Akibatnya kapal sering kandas atau menabrak pipa atau kabel utilitas (telepon, gas) di atas sungai. Baling-baling kapal juga sering tersangkut sampah meski ada petugas yang rutin menjaring sampah.

         Di bidang transportasi darat pemerintah sendiri telah menciptakan busway/tranjakarta . Dan ini adalah ide yang sangat bagus, dengan menyediakan jalur khusus tersendiri pasti akan memberikan kenyamanan bagi setiap pemakai jasa busway tersebut. Karena bagaimanapun jalur tersebut hak sepenuhnya dimiliki busway sehingga kendaraan lain tidak boleh memasuki jalur tersebut sehingga tidak akan terkena macet. Tapi apa yang di harapkan tentang jalur busway yang seharusnya mempunyai hak kuasa penuh atas jalurnya malah disalahgunakan oleh pengendara lain. Sebenarnya jalur busway ini menjadi 1 kekuatan dan kelebihan dari busway sendiri, dan ini seharusnya menjadi 1 kekuatan untuk mempengaruhi masyarakaat untuk beralih dari memakai kendaraan pribadi ke kendaraan masal tadi seperti busway. Tapi kenyataannya berbeda, dimana seharusnya jalur itu mutlak milik busway malah sering disalahgunakan pengendara lain untuk menghindari kemacetan, sehingga ada rasa kekecewaan tersendiri bagi pemakai jasa busway, karena pengguna busway berfikir dia menggunakan busway ini dengan tujuan untuk menghindari macet, (karena busway sendiri memakai jalur sendiri) tapi kenyataannya berbeda dimana jalur busway malah di gunakan oleh pengguna kendaraan lain demi kepentingannya sendiri untuk menghindari kemacetan. Ini yang sungguh ironis. Dimana pemerintah berusaha untuk mewujudkannya, tetapi masyarakatlah yang enggan bekerjasama dengan pemerintah, tetapi jika sudah macet total masyarakat tinggal berkoar-koar tanpa jelas menyalahkan pemerintah, padahal kenyataan sebenarnya masyarakatlah yang kurang untuk diajak bekerjasama dlam mewujudkan jakarta bebas macet. Tetapi tidak sepenuhnya semua dibebankan oleh masyarakat ada beberapa faktor eksternal lain yang ikut andil dalam kemacetan ini.

        Dan sebenarnya ini masalah sosialisasi dan pendekatan pemerintah kepada masyarakat . Dan bagaimana seharusnya pemerintah harus lebih bisa meyakinkan kepada masyarakat ibukota agar minat untuk berpindahnya ke alat tranportasi masal ini dapat terwujud. Tentunya dengan semua vasilitas yang penunjang sehingga dapat memberikan kenyaman dan keamanan tersendiri dalam menggunakan alat transportasi tadi khusunya waterways dan busway ini. Pemerintah juga seharusnya mempunyai badan yang berkonsentrasi terhadap strategi mana yang tepat yang harus digunakan, dengan badan tersebut mempunyai target tersendiri dalam berupaya mempengaruhi masyarakat tadi agar mau berpindah ke angkutan masal tadi. Pemerintah juga bisa membuat program-program yang menarik yang dapet menarik simpati masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadinya.

        Dengan memberikan pajak yang besar untuk kendaraan pribadi juga dapat pemerintah lakukan dalam mengurangi kendaraan pribadi di jakarta, dengan begitu pasti masyarakat akan berfikir 2 kali jika pajak kendaraan melebihi biaya jasa penggunaan busway. Dan semua ini dilakukan agar masyarakat ibukota mempunyai kesadaran untuk berpindah keangkutan masal tadi, demi untuk mengulangi kemacetan dan juga menghemat bahan bakar untuk anak cucu kita tentunya. Dan saya pikir pemerintahlah yang mempunyai kuasa penuh untuk mempengaruhi masyarakat untuk dapat mensukseskan ide-ide bagus dalam menangulagi kemacetan ibukota. Dengan apa ? Ya dengan pendekatan dan sosialisasi pemerintah tadi.

         Selain itu kesadaran dan mau tidaknya masyarakatnya untuk berubah juga faktor yang ikut andil dalam tercapainya tujuan jakarta bebas macet, karena seberapa tangguhnya dan hebatnya rencana perubahan untuk jakarta tanpa adanya kerjasama dari masyarakatnya itu sama saja sia-sia


 
Leave a comment

Posted by on October 29, 2012 in catatan pribadi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: